Sabtu, 17 Maret 2012

2003

Assalamu’alaikum Wr Wb...

Salam olahraga!

This is my note about football, enjoy it!!!

Olahraga, yang kata orang arab namanya riyadlhoh, merupakan sebuah aktifitas fisik yang baik untuk menciptakan kebugaran tubuh. Entah tua muda, laki-laki perempuan, SD SMP SMA Mahasiswa, semua suka olahraga. Dari puluhan olahraga, yang paling populer di dunia adalah sepak bola. Kata Pele –legenda Brazil– sepak bola adalah olahraga pemersatu rakyat. Ya memang benar, sepak bola bisa dinikmati semua kalangan mulai dari presiden, pejabat, kiai, preman, dsb. Beda halnya dengan olahraga tertentu yang merogoh kocek cukup banyak, kayak Golf, Billiard, Bowling, dan juga Surfing... hanya kalangan terbatas yang hobi gituan.
Nah, saya juga hobi sepak bola (lebih tepatnya nonton bola) sejak SD, tepatnya kelas 4 SD. Waktu itu saya suka gara-gara di konspirasi sama sepupu saya yang hobi banget bola, lha wong di tembok kamarnya saja full posternya Manchester United. Banyak foto-fotonya David Bechkam, Peter Schmeicel, Eric Cantona, dkk. Jadi temboknya kelihatan merah semua. Saya masih inget, pertama kali saya nonton bola (kelas 4 SD), itu ketika habis isya’ di rumah sepupu saya ada pertandingan Manchester United melawan Charlton Athletic, dan akhirnya MU menang 2 – 0. Mantap! Yang nyetak gol dua-duanya Solksjaer. Kalau gak salah itu musim 1998/1999. Beberapa hari kemudian saya diajak lagi nonton final Liga Champions MU vs Munchen. Dramatis rek, MU ketinggalan lebih dulu, dan ternyata bisa membalikkan keadaan di menit 92 dan 93.. Sejak saat itu saya resmi jadi MU mania! Tapi tenang saja, gak fanatik kok. Cuma senang dan ngefans saja. Ya artinya kalo MU menang ya senang, kalo kalang ya sudah, ngapain sedih saya bukan Sir Alex Ferguson, hehehe.
Kawan kawanku yang super, kenapa saya menulis dengan judul 2003???
Tahun 2003 berkaitan dengan 3 tim favorit saya. Itu adalah momen terbaikku dalam dunia sepak bola, tahun 2003 tiga tim kesayangan saya Alhamdulillah menjadi juara di Liganya masing-masing. Seneng rasanya waktu itu. Siapakah 3 tim itu.....
This..!


Manchester United
Musim 2002/2003 MU memiliki saingan teberat dari London, Arsenal FC. Timnya Henry dkk ini jadi juara di musim sebelumnya, jadi masih hangat-hangatnya momen juara bagi mereka.. Tapi untungnya MU punya striker selevel Ruud Van Nistelrooy, yang akhirnya dia jadi top skor dengan 25 gol. Waktu itu MU juga masih ada sayap kanan terbaik di dunia, David Beckham. Nah, pasangan Nistelrooy–Beckham itu klop banget. Kapten timnya juga pemain tertangguh di dunia (tapi tempramen), Roy Keane. Tahun ini Ferguson merekrut bek tangguh asal Leeds United, Rio Ferdinand. Bersama Blank, Rio mengawal gawang MU dengan sangat baik..
Pertandingan penentuan juara waktu itu pada matchday ke-37, MU vs Charlton di Old Traffod. Dengan mengusung semangat 45, MU menang 4-1. Mantap! Gelar juara resmi didapat, tidak perlu menunggu matchday terakhir (ke-38) karena di waktu bersamaan Arsenal malah kalah 2-3 dari Leeds United di Ellen Road, kandang Leeds. Gol kemenangan Leeds kalo gak salah yang nyetak Mark Viduka. Foto MU di atas tu saat perayaan juara tahun 2003 di Old Traffod. Itu masih ada wajah-wajah lama seperti Veron, Phillip Neuville, O’ Shea.
Keberhasilan MU menjuarai Premier League tahun 2003 tidak lepas dari kematangan pemain-pemain yang dibeli pada musim lalu (2002). Mereka adalah Diego Forlan, Juan Veron, Laurent Blanck, serta andil Roy Carrol dalam melapisi Bartez. Di tahun pertama, mereka kelihatan masih canggung dan belum terlalu menyatu dengan pola buatan pakde Ferguson. Forlan misal, tahun lalu malah belum mencetak gol. Baru musim 2002/2003 dia bisa mencetak banyak gol.
~Skuad MU 2002/2003~
Fabian Barthez – Rio Ferdinand – Wet Brown – Gary Neville – Laurent Blank – Ryan Giggs – Roy Keane – Paul Scholes – David Beckham – Ruud van Nistelrooy – Ole Gunar Solksjaer

Persik Kediri
Ini dia, tim kebanggaan cah Kediri.. Kalo ngomongin Kediri yang terkenal paling-paling Tahu Kuning, Steak Tahu, Gethuk Pisang, Kampung Inggris, Kerajaan Jayabaya, Proliman Gumul,yang ditiru sama Stade de France (ato kebalik ya), sama Nasi Goreng,, kata orang Nasi Goreng Kediri tu paling enak se Asia Tenggara.. coba aja deh..
Eits, kita mau ngomongin Persik Kediri aja ya.
Pak bos Jaya Hartono dan pak manager Iwan Budiarto memang arsitek jempolan. Tim ini tu orang-orangnya ga da yang terkenal blas... Ada yang tahu Siswantoro, Suswanto, Aris Susanto,, gak tahu kan..
Mereka berhasil membuktikan bahwa yang terpenting adalah super Tim, bukan super Man. Inilah bukti sebuah kesolidan, keharmonisan, dan kebersamaan. Kita yang Islam menyebutnya Ukhuwah Islamiyah.. Dengan materi pemain yang tidak jauh berbeda di musim sebelumnya ketika juara Divisi I, Persik menjelma menjadi tim angker bagi tim-tim yang memang bertabur bintang kayak Persija, Persikota, PSIS, dkk. Sayap kanan ada Khusnul Yuli, pengumpan jitu. Di sayap kiri ada Wawan yang kalo lari kayak jaguar. Kapten tim Harianto, dia ni pemain paling mantap dan matang. Strikernya ada Bobby, hampir aja jadi top skor. Sayangnya di pertandingan terakhir kesalip sama strikernya PSM Makasar, saya lupa namanya.
Pertandingan penentuan juara, Pe­­­­­­rsik vs Persib. Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT Persik menang telak 4-0. Cuplikannya ada di foto di atas. Itu Bobby habis nyetak gol, yang tengah yang agak gondrong tu Siswantoro. Yang kiri yang lagi sumringah tu Musikan. Ngomongin Musikan, Alhamdulillah dia menyabet gelar Pemain Terbaik Ligina. Tapi sayang seribu sayang, dia tidak dimasukkan di Timnas sama Ivan Kolev, waktu itu persiapan buat Tiger Cup. Bahkan pakde Kolev ngomong di Jawa Pos,”Saya tidak akan merekrut pemain dari Persik Kediri, meskipun mereka juara Liga. Karena komposisi pemain sekarang sudah yang terbaik.”  Peh, sakit hati rasanya.. Sabar ya akhi Musikan.
Saya mengikuti pertandingan Persik vs Persib via siaran radio. Itu terkenal banget lho di Kediri, terkenal gara-gara penyiarnya lebay banget, bikin orang jantungan.. iya gak cah kediri??? Pertandingan itu Bobby bikin 2 gol. Gol penutupnya Solekan setelah diumpan Wawan dari sayap kiri. Yang satu gol lagi saya lupa siapa.. ketika peluit tanda akhir pertandingan di tiup, fuhhhhhh lega rasanya.. Do’a seluruh warga Kediri telah dikabulkan oleh Allah. Kota kecil yang akhirnya menjadi perhitungan di musim – musim selanjutnya.

~Skuad Persik Kediri 2002/2003~
Wahyudi - Wawan Widiyantoro - Aris Susanto - Juan Carlos Tapia- Siswantoro - Suswanto - Harianto - Ebi Sukore - Khusnul Yuli - Musikan - Bobby Manuel

Juventus FC
















Sebutannya macem-macem, Tim Kuda Zebra, Si Nyonya Tua, I Bianconerro, dll.. Ini tim yang pernah disinggahi pemain bola Muslim asal Prancis, Zenedine Zidane.. Punya stadion kebanggaan kota Turin, namanya Delle Alpi. Saya pertama kali nonton pertandingannya Juventus itu waktu SD, kalo gak salah musim 1999/2000, waktu itu masih ada Zidane. Sayangnya musim itu yang juara Lazio, yang bintangnya Hernan Crespo dan Marcelo Salas.
Musim 2002/2003 itu masa jaya-jayanya Juventus, Buffon masih muda, masih bisa terbang kayak superman. Bentengnya ada Thuram-Conte-Ferrara, trio bek itu badanya gede + tinggi koyok genther. Gelandang ada tukang seruduk, Edgar David, dan Nedved si tendangan Canon. Strikernya duet maut Trezeguet dengan Del Piero. Musim itu juga Trezeguet menjadi top skor Seri A dengan 25 gol kalo gak salah.
Pembelian pemain besar-besaran di musim sebelumnya (2001/2002) sangat tepat. Inzaghi di jual ke AC Milan, sebagai gantinya Juve beli Trezeguet dari AS Monaco. Juve mengambil Nedved dari Lazio. Yang juga tak kalah mantap Juve menggaet Buffon dari AC Parma.
Ini musim yang sangat ketat, karena penentuan juara baru di ketahui pada pertandingan terakhir. Tiga tim memiliki peluang juara yang sama, Juventus-Inter Milan-As Roma.. Waktu itu Roma menang 4-0 lawan Bari. Untung aja Inter Milan kalah lawan Lazio 2-4. Juventus menutup musim dengan kemengan 2-0 atas Udinese. Langsung aja para fans nya Juventus berpesta ria menyambut keberhasilan Juventus. Alamdulillahhh..
~Skuad Juventus 2002/2003~
Gianluigi Buffon – Lilian Thuram – Paolo Montero - Ferrara - Zambrotta – Antonio Conte - Tacchinardi – Edgar Davids – Pavel Nedved – Alessandro Del Piero – David Trezeguet